Tuesday, June 16, 2026
HomeUncategorizedGEMARINDO Tolak Narasi Provokatif, Ingatkan Tiyo Ardianto Kritik Harus Berbasis Data dan...

GEMARINDO Tolak Narasi Provokatif, Ingatkan Tiyo Ardianto Kritik Harus Berbasis Data dan Solusi

Jakarta,- Gerak Maju Rakyat Indonesia (GEMARINDO) menyampaikan sikap tegas terkait pernyataan yang dilontarkan oleh Tiyo Ardianto. Mereka menilai kritik dalam demokrasi merupakan hal yang wajar dan harus dihormati, namun tidak boleh bergeser menjadi provokasi maupun serangan personal yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Dalam pernyataannya, Ketua Umum PN GERMARINDO, Petrodes Mega MS Keliduan menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan etika, data yang akurat, serta argumentasi yang konstruktif.

GEMARINDO menilai demokrasi membutuhkan kritik sebagai instrumen pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Akan tetapi, kritik yang disampaikan harus memiliki tujuan untuk memperbaiki keadaan dan memberikan solusi, bukan sekadar menciptakan kegaduhan atau membangun narasi yang memicu konflik di tengah masyarakat.

“Demokrasi memang membutuhkan kritik, tetapi kritik juga membutuhkan argumentasi yang kuat, data yang utuh, dan bahasa yang mencerminkan intelektualitas,” ujar Petrodes Mega MS Keliduan.

Menurut Mega, kritik yang sehat seharusnya diarahkan pada kebijakan publik dan disertai dengan gagasan alternatif yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah. Sebaliknya, kritik yang lebih banyak berisi sindiran, ejekan, atau serangan terhadap pribadi dinilai tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

GEMARINDO juga menyoroti sejumlah pernyataan yang dinilai telah bergeser dari substansi kritik kebijakan menjadi narasi yang menyerang ranah personal Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Mereka menilai hal tersebut berpotensi mencederai etika komunikasi politik dan memperkeruh suasana kebangsaan.

“Kritik yang baik seharusnya menawarkan solusi, memberikan alternatif kebijakan, dan menghadirkan jalan keluar. Bukan hanya melontarkan sindiran yang dapat menimbulkan perpecahan,” tegas Mega Keliduan di dampingi Pengurus Nasional (PN) GEMARINDO

Atas dasar itu, mereka menyatakan penolakan terhadap kegiatan yang dinilai berpotensi menjadi ruang penyebaran narasi provokatif dan memperuncing polarisasi di tengah masyarakat.

Sikap tersebut, menurut GEMARINDO, bukanlah bentuk penolakan terhadap kritik, melainkan upaya menjaga persatuan, ketertiban, serta kondusivitas daerah.

GEMARINDO berharap ruang demokrasi tetap berjalan sehat dengan mengedepankan dialog, adu gagasan, dan penyampaian kritik yang beretika. Mereka menegaskan bahwa Indonesia harus tetap menjadi daerah yang damai dan terbuka terhadap berbagai pandangan, tanpa harus diwarnai narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. (Red)

BERITA LAIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments